September 2004 (6 tahun yang lalu).. saya sedang di semester7 di universitas negeri di palangkaraya.seperti tahun-tahun sebelumnya, saya (meskipun pemakai kursi roda) menjadi panitia inti Orientasi Kampus di program studi Bahasa Inggris. Tahun ini saya gadang-gadang sebgai tahun terakhir dalam organisasi di kampus, karena saya, beberapa bulan sebelumnya, mendapat pekerjaan di toko komputer dan kebetulan juga saya harus segera menempuh praktek mengajar dan menulis skripsi. Tahun ini saya menjadi wakil ketua, jabatan tertingi yang pernah saya capai, Orientasi ini terbagi menjadi dua bagian....sesi pertama memakan waktu 3 hari (indoor) dan sesi kedua memakan waktu 2 hari (outdoor)....Seperti biasa kedua orang tua saya tak sanggup menahan keinginan saya untuk mengikuti aktivitas layaknya orang normal (saya sudah hemofilia, pake kursi roda pula) ijin pun diberikan dengan berbagai macam wejangan yang kalu dirangkum jadi satu buku mungkin novel nya herry potter kalah tebal. sesi pertama luar bisa lancar, acara dimulai dari kumpul panitia jam 1 subuh sampai jeda istirahat pukul 6 sore... marathon selama 3 hari. Dilanjutkan sesi outdoor jarak lokasi kegiatan 40 km dari rumah. segala macam kegiatan ku ikuti dari perploncoan subuh, lomba makan kerupuk, jerit malam, sampai mengobati peseta orientasi yang tiba-tiba terserang wabah diare.... My God, saya benar benar bersyukur betapa besar Tuhan sayang umatnya. 1 minggu kegiatan saya tidak sakit sekalipun...Momen itu akan selalu melekat di ingatan ku....momen itu mengingatkan ku pribadi akan betaba besar Kasih Tuhan dalam kehidupan.Betapa besar perjuangan orang tua untuk "rela" melepaskan anak nya (berlian-nya) dan betapa pentingnya seorang pribadi untuk "mencapai" impian.Impian saya untuk 1x saja benar-benar lepas dari naungan orang tua.
kini Oktober 2010, tepat 6 tahun yang lalu saya sudah 3 tahun lulus dan langsung bekerja di Perusahaan Kelapa Sawit. saya kali ini benar-benar bebas dari orang tua. Tinggal di rumah sendiri, tapi malah saya benar-benar kehilangan kedua orangtua saya, diam-diam saya rindu belaian mama (beliau meninggal 2006), saya rindu kasih papa, aku rindu canda dengan kakak ku ....
Teman... Sahabat... bersyukurlah kalau sekarang belaian mama kau rasakan, sentuhan ayah masih kau nikmati, canda tawa dengan saudara mu masih mengisi hari mu.


No comments:
Post a Comment